Rabu, 06 Agustus 2014

Puisi



Dentuman Hajat
Oleh: Aiko Kayyisyah

Ingin kutambatkan hati  ini pada-Mu
Seraya menelaah arti menyayangi
Namun, tak jua kumengerti semuanya

Ingin kutambatkan  jiwa ini pada-Mu
Agar sempurna pengabdian ini
Namun, sebuah tabir menghalangi asaku

Izinkan diri ini melukis indahnya cinta-Mu
Yang sejatinya tulus suci untukku
Jika berkenan
Aku ingin kaumembaca prosa pada raut wajahku
agar kautau cinta ini tulus suci untuk-Mu

aku mengenal kasih dengan kalam-Mu
yang menuntun dan memahamkanku
tentang rindu dan cinta
yang kuyakini abadi hingga akhir masa








RINTIHAN HATIKU
Oleh: Aiko Kayyisyah


Ujian bagai badai menghantam hidupku
Dia datang menghampiriku tanpa iba
Memaksaku meneteskan airmata
Hingga hati kecil ini merintih berkata, kapankah semua ini berakhir?

Andai waktu dapat berbalik kebelakang
Aku lebih memilih untuk merubah sejarah peradaban yang telah ada
Agar hidup tak lagi penuh duka dan kecewa
Namun, itu tak mungkin
Aku tak bisa melakukan itu

Ya Allah, maafkan aku yang terlalu banyak mengeluh
Bisakah Engkau mengabulkan apa yang kuinginkan?
Engkau pengatur segala termasuk dengan hidupku
Apa rencana-Mu untukku hingga aku merasa berat menjalaninya?

Janganlah  Engkau biarkan aku lari dari semua ini
Berilah secerca kesabaran agar hati ini kuat dan tak mengeluh
Berilah selaksa ketaqwaan pada jiwaku untuk selalu mengingat-Mu
Dalam menjalani hidup penuh ujian ini.








Sajak Untukku
Oleh: Aiko Kayyisyah

Kadang aku tegar, kadang aku lemah
Kadang aku jadi penurut,
kadang aku jadi pemberontak

Aku adalah aku
Tak peduli kicauan di luar sana
Yang menghardik dan menghinakan aku

Aku adalah aku
Sekuat apapun rintangan menghantam
Tak akan pernah merubah pendirianku

Aku adalah aku
Yang hidup dalam dunia fatamorgana
Yang tak tau arah tujuannya

Aku adalah aku
Tak ada yang mampu memahami aku
Selain diriku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar