Jangan Salahkan Hijabku (Hijab ≠ Akhlak)
Kontraversi antara Hijab dan
Akhlak apa sebenarnya hubungan keduanya? Sebagian orang banyak yang menganggap
ketika seorang wanita berhijab berarti dia telah memiliki akhlak yang suci, tak
memiliki celah keburukan lagi. Kenapa demikian? Karena pada dasarnya pemahaman
kita akan keduanya sangat minim, kawan.
Menutup aurat adalah sebuah
kewajiban dalam islam sebagaimana Allah telah menegaskan hal ini dalam QS. an-Nur:
31 yang menyatakan: “dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar
mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah
menampakkan perhiasannya (Aurat) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah
menutup kain kerudung ke dadanya..........”
Sedangkan Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan perbuatan yang baik, dan untuk menetukan nilai baik dan
buruk akhlak seseorang adalah dengan pikiran dan rasio. Akhlak pada
hakikatnya berhubungan dengan hati manusia. Tak ada kaitan dengan fisik apalagi
hijab yang dikenakannya.
Banyak yang beranggapan aku tak
ingin menggunakan hijab karena sikap dan hati ini belum sempurna bahkan di era
modern ini banyak kontraversi tentang hijab yang dijadikan sebagai tolak ukur
perilaku seseorang, ada seorang wanita yang beranjak dewasa mengatakan: “
Ngapain pakai hijab tapi nggak sesuai dengan kelakuannya? Nggak malu thu sama hijabnya!
hijabnya aja yang muslimah tapi perangainya rusak”. intinya sih ngapain
berhijab tapi kelakuan buruk? Gitu kan?
Ukhti harus kita ketahui,
Berhijab itu murni perintah Allah
SWT dan hukumnya WAJIB ketika seorang muslimah telah baligh atau dewasa. Adapun
masalah Akhlak atau perangai itu adalah perkara yang lain dimana ada hukum
tersendiri yang mengaturnya. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau
pelanggaran itu bukan karena jilbabnya namun karena murni akhlaknya.
Aku ingin mengajukan sebuah
pertanyaan.
Apakah wanita yang tidak berjilbab
boleh berbuat salah? Menurut saya sama saja tidak boleh kan? Terus kenapa
banyak yang ribet kalau wanita berhijab yang berbuat salah? Bukankah di dunia
ini tidak ada mahluk yang sempurna, setiap orang pasti memiliki celah setiap
orang berpotensi melakukan khilaf, yang membedakan wanita berhijab itu mematuhi
perintah Allah menutup auratnya, kalau soal akhlak itu kembali ke individu
masing-masing. Memang terkadang kita sangat membutuhkan kritik atau teguran
dari orang lain untuk mengintropeksi diri tapi jika pada akhirnya hanya akan
berdampak buruk bagi hati dan pikiran kita bahkan menggoyahkan iman kita untuk
berhijab untuk apa didengarkan? Ada masa dimana kita harus menutup telinga dan
berkata “ I don’t Care” pada mereka yang semena-mena menjudge
tanpa memahami. Dengarkan apa yang memotivasi dirimu lebih maju dan abaikan
yang tidak bermanfaat untukmu, kawan.
Wahai ukhti...
Mari kita sama-sama saling
intropeksi diri, kita tidak perlu saling menghakimi satu sama lain apalagi
menyalahkan hijabnya. Setiap orang berhak atas apa yang dia kenakan. Ingat Hijab
dan Akhlak itu adalah dua hal yang berbeda! Alangkah baiknya berhentilah
memandang hijab itu sebagai sesuatu yang bersalah yang harus kita ketahui bahwa
Dosa berkelakuan buruk dan dosa tidak berhijab itu adalah dosa tersendiri.
Coba kita renungkan, jika kita
tetap menenanamkan prinsip menunggu sikap dan akhlak kita baik baru kita
berhijab, sampai kapan kita akan menunggu tanpa berusaha? Atau menunggu ajal
menjemput lalu nanti menyesal saat raga telah terhimpit tanah, tak ada lagi
sanak saudara, harta melainkan hanya ada sebuah kegelapan. Naudzubillah.
Apalah arti kemuliaan kita di mata
manusia jika ternyata kita tidak bernilai apa-apa dihadapan-Nya. Pandangan orang
lain terhadap diri kita tak akan pernah ada habisnya. Hidup itu selalu bebicara
tentang Pro dan Kontra dimana ada yang melihat kita dari sisi positif
dan ada yang melihat kita dari sisi negatif. Pujian, sanjungan, celaan dan
hinaan bukanlah prioritas hidup kita. Yang terpenting saat ridho-Nya telah
menyertai kita hidup kita akan terasa berkah.
Semoga coretan singkat ini
bermanfaat.
Aiko Kayyisah


