Senin, 09 Mei 2016



Jangan Salahkan Hijabku  (Hijab ≠ Akhlak)

Kontraversi antara Hijab dan Akhlak apa sebenarnya hubungan keduanya? Sebagian orang banyak yang menganggap ketika seorang wanita berhijab berarti dia telah memiliki akhlak yang suci, tak memiliki celah keburukan lagi. Kenapa demikian? Karena pada dasarnya pemahaman kita akan keduanya sangat minim, kawan.

Menutup aurat adalah sebuah kewajiban dalam islam sebagaimana Allah telah menegaskan hal ini dalam QS. an-Nur: 31 yang menyatakan: “dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (Aurat) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah menutup kain kerudung ke dadanya..........”
Sedangkan Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan perbuatan yang baik, dan untuk menetukan nilai baik dan buruk akhlak seseorang adalah dengan pikiran dan rasio. Akhlak pada hakikatnya berhubungan dengan hati manusia. Tak ada kaitan dengan fisik apalagi hijab yang dikenakannya.
Banyak yang beranggapan aku tak ingin menggunakan hijab karena sikap dan hati ini belum sempurna bahkan di era modern ini banyak kontraversi tentang hijab yang dijadikan sebagai tolak ukur perilaku seseorang, ada seorang wanita yang beranjak dewasa mengatakan: “ Ngapain pakai hijab tapi nggak sesuai dengan kelakuannya? Nggak malu thu sama hijabnya! hijabnya aja yang muslimah tapi perangainya rusak”. intinya sih ngapain berhijab  tapi kelakuan buruk? Gitu kan?
Ukhti harus kita ketahui,

Berhijab itu murni perintah Allah SWT dan hukumnya WAJIB ketika seorang muslimah telah baligh atau dewasa. Adapun masalah Akhlak atau perangai itu adalah perkara yang lain dimana ada hukum tersendiri yang mengaturnya. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran itu bukan karena jilbabnya namun karena murni akhlaknya.

Aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan.
Apakah wanita yang tidak berjilbab boleh berbuat salah? Menurut saya sama saja tidak boleh kan? Terus kenapa banyak yang ribet kalau wanita berhijab yang berbuat salah? Bukankah di dunia ini tidak ada mahluk yang sempurna, setiap orang pasti memiliki celah setiap orang berpotensi melakukan khilaf, yang membedakan wanita berhijab itu mematuhi perintah Allah menutup auratnya, kalau soal akhlak itu kembali ke individu masing-masing. Memang terkadang kita sangat membutuhkan kritik atau teguran dari orang lain untuk mengintropeksi diri tapi jika pada akhirnya hanya akan berdampak buruk bagi hati dan pikiran kita bahkan menggoyahkan iman kita untuk berhijab untuk apa didengarkan? Ada masa dimana kita harus menutup telinga dan berkata “ I don’t Care” pada mereka yang semena-mena menjudge tanpa memahami. Dengarkan apa yang memotivasi dirimu lebih maju dan abaikan yang tidak bermanfaat untukmu, kawan.

Wahai ukhti...
Mari kita sama-sama saling intropeksi diri, kita tidak perlu saling menghakimi satu sama lain apalagi menyalahkan hijabnya. Setiap orang berhak atas apa yang dia kenakan. Ingat Hijab dan Akhlak itu adalah dua hal yang berbeda! Alangkah baiknya berhentilah memandang hijab itu sebagai sesuatu yang bersalah yang harus kita ketahui bahwa Dosa berkelakuan buruk dan dosa tidak berhijab itu adalah dosa tersendiri.

Coba kita renungkan, jika kita tetap menenanamkan prinsip menunggu sikap dan akhlak kita baik baru kita berhijab, sampai kapan kita akan menunggu tanpa berusaha? Atau menunggu ajal menjemput lalu nanti menyesal saat raga telah terhimpit tanah, tak ada lagi sanak saudara, harta melainkan hanya ada sebuah kegelapan. Naudzubillah.

Apalah arti kemuliaan kita di mata manusia jika ternyata kita tidak bernilai apa-apa dihadapan-Nya. Pandangan orang lain terhadap diri kita tak akan pernah ada habisnya. Hidup itu selalu bebicara tentang Pro dan Kontra dimana ada yang melihat kita dari sisi positif dan ada yang melihat kita dari sisi negatif. Pujian, sanjungan, celaan dan hinaan bukanlah prioritas hidup kita. Yang terpenting saat ridho-Nya telah menyertai kita hidup kita akan terasa berkah.
Semoga coretan singkat ini bermanfaat.

Aiko Kayyisah

5 komentar:

  1. Hijab dn akhlak adalah 2 hal b'beda yg sering dipermasalahkan.. :)

    keduax teramat penting bahkan wajib, tp tdk melakukan salah 1 dgn mengkambing hitamkan salah 1 nya, apakah adil? :)

    jk itu kebaikan, , lakukan apa yg bisa dilakukan tnp menunggu semuax harus sempurna...

    BalasHapus
  2. Iya, kak. Keduanya sama2 kewajiban .
    Tapi bnyak ygengambing hitkan salah satunya...
    Intropeksi diri jauh lebih baik. 😀Intinya jgan tunda2 untuk melakukan jika itu sebuah kebaikan ... bagaimana kah kak?😮

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus