Rabu, 02 September 2015

Surat untuk Sahabatku

kawan,
 kutitipkan sebingkai rindu untuk perpisahan yang tak pernah mempertemukan kita.
kawan,
melalui surat ini aku akan bercerita tentang kehidupan
kehidupan yang kini jauh dari harapan yang pernah kita cita-citakan dulu.
kawan, tahukah kamu?
kampung halaman yang dulu mempertemukan kita.
yang dulu adalah tempat ternyaman
yang ketika kita berada disana kehidupan layaknya di surga.
kini, tempat itu menjadi layaknya neraka
aku tak mampu untuk bertahan
namun, aku tak akan mungkin meninggalkan tempat yang dahulu menjadi surga kehidupan kita.

kawan,
 tengoklah sejenak surga kita yang kini menjadi neraka
tak inginkah kau mengembalikan surga itu?
kawan,
kuberi kau sebuah pilihan
bertahan dengan luka
atau mati mempertahankan surga?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar