Jumat, 25 September 2015

Puisi

 ILMU
Aiko Kayyisyah
 
Entah dari sudut mana
aku akan memulai menulis sebuah karya
merangkai kata demi kata
menjadi bait-bait yang indah
hingga mengandung sebuah makna
karena terkadang ilhamku hadir tanpa henti
namun, terkadang ilhamku binasa tanpa sisa

aku bagaikan sebuah pena
mengukir kisah menciptakan sebuah karya yang bermakna
aku bagaikan lembaran-lembaran kertas putih
yang menunggu sang pena mengukir setiap lembaran
merekayasa karya dengan kata

penaku tak akan lapuk dimakan usia
karena telah dicipta begitu hebatnya
ciptaan sang maha kuasa lagi bijaksana
penaku hanyalah sebuah perantara
untukku menciptakan cahaya dalam gelapnya dunia

aku hanyalah segumpal darah, daging, tulang dan kulit
aku akan binasa pada waktunya
namun, ilmu yang telah dianugerahkan padaku
akan tetap abadi walau jasad tak lagi bernyawa
kan menjadi sebuah cahaya yang indah hingga malaikat mengepakkan sayapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar